BBM: 2B42DF7E
Whatsapp: +855-855-92-428
WeChat: KARTU_REMI
Showing posts with label MotoGP. Show all posts

June 27, 2018

Jelang MotoGP Belanda, Valentino Rossi Optimistis dan Waspada

DOK. MOTOGP
Valentino Rossi meraih podium di MotoGP Italia, Minggu (3/6/2018).
KARTUREMI - Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, merasa optimistis saat menghadapi seri balap kedelapan MotoGP yang akan berlangsung di Sirkuit Assen, Belanda.
Sirkuit Assen memang menjadi salah satu arena perlombaan yang bersahabat dengan Rossi semenjak dia tampil di kejuaraan dunia.
Sejak kemenangan balapan MotoGP Belanda pertamanya pada 2002, Rossi hampir selalu menyabet podium tertinggi di Assen, setidaknya sekali dalam dua musim, kecuali pada 2010 karena tidak tampil dan 2011-2012 saat berseragam Ducati.
Pada musim lalu, Rossi juga memenangi balapan MotoGP Belanda setelah melalui duel sengit melawan Danilo Petrucci (Pramac Racing).
Namun, kemenangan Rossi di Belanda pada musim lalu juga menjadi awal bagi puasa kemenangan yang tengah dialami oleh dirinya, juga Yamaha.
"Perasaan saya campur aduk. Pada satu sisi, ini berarti sudah sangat lama sejak saya dan Yamaha memenangi balapan terakhir, jadi kami perlu bekerja keras," kata Rossi dikutip BolaSport.com dari laman resmi tim Movistar Yamaha.
"Namun, pada sisi lainnya, saya juga merasa senang karena Assen adalah trek yang fantastis," ucap dia.
Sementara itu, pebalap berjulukan The Doctor itu juga sedang berada dalam tren positif setelah mencetak tiga hasil podium secara beruntun.
Dalam tiga seri balapan sebelumnya, Rossi selalu finis di posisi ketiga meski pada saat yang sama mengalami kesulitan untuk bersaing memperebutkan posisi terdepan.
Terlepas dari rentetan hasil positif yang diraihnya serta "kecocokan" yang dimilikinya dengan Sirkuit Assen, Rossi tidak mau merasa jemawa.
"Biasanya kami sangat kompetitif di Sirkuit TT (Assen), tetapi kami harus melihat kembali kondisi dan situasinya karena Anda tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi," ujar Rossi.
Balapan seri kedelapan MotoGP Belanda akan digelar di Sirkuit Assen pada akhir pekan ini 29 Juni-1 Juli 2018. (Ardhianto Wahyu)

February 27, 2018

Marc Marquez Bela Repsol Honda Hingga 2020


REMISPORT - Teka–teki posisi Marc Marquez sebagai pebalap Repsol Honda kini terjawab. Pebalap Spanyol itu resmi memperpanjang kontraknya hingga 2020. Ini sekaligus memupuskan harapan beberapa tim yang tertarik merekrut pebalap asal Spanyol tersebut.

Indikasi Marquez akan bertahan dengan tim yang membawanya meraih titel juara dunia sebanyak tiga kali itu mulai muncul saat tes pramusim yang berlangsung di Thailand. Dikutip dari Autosport.com, Marquez mengisyarakatkan ketika itu bahwa pembicaraan kontrak dengan tim telah hampir selesai, agar dirinya bisa segera fokus untuk persiapan jelang musim baru.


1. Marquez senang jadi bagian tim Honda


The Baby Alien, julukan Marquez, mengaku senang dapat terus memperkuat tim yang dibelanya sejak 2013 lalu. “Saya bangga dapat membalap sebagai bagian dari keluarga Honda dan saya mengapresiasi bagaimana Honda dan tim selalu bekerja dengan baik untuk memberikan semua yang saya inginkan. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah memberikan dukungan sepanjang waktu” tutur Marquez, seperti dirilis Crash.net.


2. Jadi pebalap tim papan atas kedua yang perpanjang kontrak


Dengan diperpanjangnya kontrak Marc Marquez sekaligus menjadikannya pebalap kedua dari tim papan atas yang mengamankan posisi di tim. Sebelumnya, Maverick Vinales lebih dulu mengamankan satu tempat di Yamaha setelah memperpanjang kontrak hingga 2020.

Valentino Rossi, rekan setim Vinales, diprediksi akan tetap bertahan di tim asal Jepang itu setahun lagi. Selain itu, duo Ducati, Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo disinyalir akan tetap membesut tim asal Italia tersebut. Meski saat ini masih belum ada kabar apakah keduanya akan memperpanjang kontrak atau tidak.


3. Nasib Dani Pedrosa masih tanda tanya


Di saat masa depan Marquez telah pasti di Repsol Honda, nasib Dani Pedrosa masih menjadi tanda tanya. Pebalap bernomor motor 26 itu belum menunjukkan tanda–tanda bertahan di Honda. Meski begitu, Pedrosa merasa posisinya belum terancam di tim.

“Saya berpikir di kemudian hari sebuah kontrak baru akan datang jika Anda cepat” ujar pebalap yang memperkuat Honda sejak 2006 itu, seperti dikutip Motorsport.com.



















December 20, 2017

MotoGP: Masukan Rossi Bikin Bos Tech 3 Kesal


KARTUREMI - Valentino Rossi berulang kali menyebut Johann Zarco memiliki motor yang lebih baik darinya saat persaingan MotoGP 2017 masih berlangsung. The Doctor merasa motor 2016 jauh lebih bagus dari 2017 yang ditungganginya.

Rossi berpendapat seperti itu karena Zarco, pembalap Yamaha Tech 3, mampu mencatatkan hasil lebih baik dalam beberapa balapan MotoGP 2017. Hal itu yang menjadi modal bagi Zarco untuk merebut gelar Rookie of the Year.

Dalam tiga balapan jelang akhir musim, hasil yang didapat Zarco memang lebih baik dari Rossi dan Maverick Vinales. Padahal, Zarco memperkuat tim satelit yang notabene menggunakan motor lama. Berbeda dengan Rossi dan Vinales yang menunggangi motor 2017.

Bos Yamaha Tech 3, Herve Poncharal, menilai hal itu akan menjadi bumerang bagi timnya. Pasalnya, Yamaha akan jauh lebih mendengarkan pendapat Rossi mengenai motor yang tengah dirancang untuk musim depan.

"Jika begitu, mereka akan segera kembali ke versi 2016. Saya tidak tahu di mana letak kesalahannya, tapi tak adil jika menjelaskan bahwa hasil Johann yang lebih baik," kata Poncharal, dilansir Speedweek.

Sejatinya, keluhan Rossi soal motor 2016 sudah terpatahkan dengan aksi Zarco pada tes pasca MotoGP 2017 berakhir. Saat melakoni tes di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, 14 November 2017, Zarco mendapat hasil memuaskan dengan motor 2017.

Hasil Memukau Zarco


Ia menempati urutan kedua dengan selisih 0,200 detik dari Vinales sebagai yang tercepat. Zarco menyebut motor 2017 justru membuatnya bisa lebih menghemat tenaga ketimbang motor 2016. Ia menyebut bisa menghemat tenaganya sekitar 30 persen.

"Saya selalu tertawa saat orang mengatakan bahwa kami memiliki paket lebih baik ketimbang pembalap pabrikan. Pembalap pabrikan memutuskan untuk beralih ke mesin 2016 di Valencia. Mereka harus lebih cepat dari Johann. Maksud saya, bukan hanya motor, tapi juga rangka, mesin, damper, dan semua aerodinamika," ungkap Poncharal.

Sebelumnya, Rossi juga sempat melarang Zarco meminta motor 2017 untuk musim 2018. Itu karena Rossi menilai Zarco akan jauh lebih baik dengan motor 2016. Namun, dengan hasil tes justru membuat Zarco lebih memilih motor 2017 ketimbang 2016.

Rapor Zarco di Semua Kelas

125cc: 50 balapan, 1 menang, 11 podium, 4 pole, 5 fastest lap, 371,5 poin

Moto2: 88 balapan, 15 menang, 30 podium, 15 pole, 7 fastest lap, 1.010 poin

MotoGP: 17 balapan, 0 menang, 3 podium, 2 pole, 4 fastest lap, 174 poin