BBM: 2B42DF7E
Whatsapp: +855-855-92-428
WeChat: KARTU_REMI
Showing posts with label Amerika Serikat. Show all posts

September 26, 2018

Orang Amerika Senang Disetrum untuk Stimulasi Seksual



KARTUREMI, Jakarta Orang Amerika ternyata memiliki ketertarikan pada stimulasi seksual dengan cara disetrum. Fakta aneh ini terungkap dalam sebuah survei terbaru.

Melansir New York Post pada Selasa (25/9/2018), survei yang dilakukan Sex Expo meminta 500 orang berusia di atas 18 tahun, untuk menceritakan tentang fantasi seks mereka. Terungkap, 26 persen responden ingin menjajal stimulasi seksual dengan rangsangan elektronik atau mainan yang mampu memberikan kejutan listrik.

"Tanggapan terhadap simulasi elektronik itu menarik, karena itu adalah salah satu yang tren yang sedang naik dan paling baru,"ujar Dr. Ayesha Hussain, pakar dan pembicara tentang kesehatan seks di pameran tersebut.

Selain itu, seperlima dari kelompok (atau 20 persen) yang disurvei, mengungkapkan minatnya dalam mencoba pegging. Yaitu, ketika perempuan menjadi pasangan insertif menggunakan mainan berupa tali.

Fakta lain menunjukkan, mainan seks berada di puncak daftar dengan 84 persen, diikuti dengan memukul sebesar 72 persen dan seks di depan publik yaitu 71 persen. Hussain mengatakan, tidak heran saat ini banyak masyarakat di negara itu yang tidak segan menunjukkan kehidupan seksnya di depan umum.

"Sebagai hewan, kita memiliki keinginan untuk berada di tempat terbuka, untuk berbagi energi di sekitar kita dan tidak hanya di balik pintu tertutup," ujar Hussain.

Fetish Aneh


Ketika mengunjungi sebuah pertemuan fetish yang tersembunyi pada Agustus lalu, The Post juga melaporkan sebuah cara bercinta yang aneh.

Seorang wanita secara sensual mengoleskan kue di seluruh tubuh mereka. Hal ini dilakukan agar mereka terlihat seksi. Klien membayar mereka sekitar 150 dolar untuk satu sesi berdurasi 15 menit.

"Ini panas, lucu, dan menjijikkan di satu saat yang sama," ujar salah satu pengurus di tempat itu.



Sumber : https://www.liputan6.com/health/

February 25, 2018

Mei Ini, Amerika Serikat Memindahkan Kedutaannya di Jerusalem


REMINEWS - Meski menghadapi tekanan besar dan banyak pihak yang mengecam, Trump akan tetap melakukannya.

Dilansir dari BBC dan New York Times, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jerusalem bakal dibuka pada Mei 2018. Pembukaan itu rencananya bertepatan dengan ulang tahun ke-70 tahun Israel pada 14 Mei mendatang.

Sebelum kedutaan besar AS di Jerusalem jadi, administrasi Trump berencana untuk membuka kantor sementara. Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan keduataan awalnya akan berada di fasilitas konsuler di distrik Arnona di Jerusalem.


1. Langkah ini disambut baik oleh pejabat Israel. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menganggap pengumuman pemindahan kedubes AS oleh Donald Trump menjadi hari yang membahagiakan bagi warga Israel


Luar Negeri AS mengatakan keduataan awalnya akan berada di fasilitas konsuler di distrik Arnona di Jerusalem.

Seorang penjabat senior Palestina, Saeb Erekat menyebut langkah pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Jerusalem merupakan provokasi besar-besaran.

Tidak lama setelah pidato Trump pada Jumat (24/02/2018), Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memuji pengumuman itu dan menjadikannya sebagai hari yang baik untuk warga Israel. 

Lewat akun Twitter-nya, sejumlah penjabat Israel juga menyambut baik rencana Donald Trump ini. Mereka mengucapkan terima kasih pada Donald Trump dan menilai pemindahan Kedutaan Besar AS ke Jerusalem di hari kemerdekaan Israel adalah sebuah kado yang sangat indah.


2. Pengumuman ini membuat kaget banyak pihak. Karena sebelumnya pemindahan kedubes ke Jerusalem diprediksi baru akan berjalan pada 2019


Pengumuman ini mengejutkan banyak pihak. Karena Januari lalu, Wakil Presiden AS, Mike Pence mengatakan pada Parlemen Israel jika pemindahan kedutaan besar akan terjadi sebelum akhir 2019.

Percepatan pembangunan dan pemindahan Kedutaan Besar AS ke Jerusalem dinilai sebagai penghinaan yang disengaja untuk orang Palestina. 

Pada Desember lalu, Presiden Donald Trump mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan berencana memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Jerusalem. Hal ini mengundang reaksi negatif dari banyak pihak khususnya warga Palestina.

Pengakuan Trump tersebut mengakhiri netralitas AS mengenai masalah yang dihadapi Israel dan Palestina.
Beberapa hari setelah deklarasi yang dilakukan Trump, resolusi PBB disahkan dan menyatakan keputusan mengenai kota Jerusalem batal demi hukum.

Resolusi ini didukung oleh 128 negara bagian dengan tiga suara abstain dan 9 negara menentang.


3. Pemindahan kantor kedutaan besar dari Tel Aviv ke Jerusalem diprediksi menelan biaya 500 US dollar


Sementara memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Jerusalem tentu membutuhkan biaya yang besar. Pendukung Israel di kalangan Yahudi Amerika, Sheldon G Adelson menawarkan mendanai pembangunan Kedutaan Besar Amerika Serikat yang baru di Jerusalem.

Departemen Luar Negeri AS saat ini sedang meninjau apakah undang-undang yang ada mengizinkan pemerintah menerima donasi dari pihak luar untuk pembangunan kantor kedutaan. Untuk diketahui total untuk membangun keduataan baru di Jerusalem diperkirakan mencapai 500 juta US dollar.


















February 19, 2018

Hari Ini dalam Sejarah: Marinir AS Mendarat di Pulau Iwo Jima

Wikipedia
Pasukan AS mengarahkan meriam 37 milimeter ke arah pertahanan tentara Jepang yang mempertahankan Pulau Iwo Jima.
KARTUREMI - Pada 19 Februari 1945, militer Amerika Serikat memulai "Operation Detachment" untuk menginvasi Pulau Iwo Jima, Jepang.
Iwo Jima adalah sebuah pulau gersang yang dijaga ketat artileri berat dan ribuan prajurit Jepang.
 
Namun, bagi AS pulai ini penting untuk membangun pangkalan udara dalam upaya menyerang wilayah utama Jepang yang hanya berjarak sekitar 1.000 kilometer dari pulau itu.

Saat itu, pangkalan udara terdekat milik AS adalah di Pulau Saipan yang berjarak 1.100 kilometer di sebelah selatan Iwo Jima.
Invasi darat ke Iwo Jima sudah dimulai pada Februari 1944 ketika pesawat pengebom B-24 dan B-25 membombardir pulai seluas 8 kilometer persegi itu selama 74 hari.
Ini merupaka n pengeboman pra-invasi terlama yang dilakukan AS karena pulau itu tak hanya dipertahankan 21.000 tentara Jepang tetapi juga memiliki pertahanan bawah tanah dan jaringan gua.
Tak lama sebelum invasi darat dilakukan, militer AS mengirim pasukan katak ke pesisir Iwo Jima.
Saat pertahanan Jepang menembaki pasukan katak itu, maka Amerika bisa mengetahui posisi sejumlah senjata rahasia Jepang.
Pada 19 Februari 1945, pendaratan amfibi dua divisi marinir AS dimulai. Dan di akhir bulan divisi ketiga dikirim menuju ke Pulau Iwo Jima.
Pasukan Jepang yang mempertahankan Iwo Jima berlindung dengan amat efektif di berbagai gua di pulau itu sehingga pengeboman dari udara dan laut sama sekali tak mengurangi kekuatan tempur mereka.
Alhasil, pasukan marinir AS mendapatkan perlawanan keras dan brutal dari pasukan Jepang. Butuh waktu hampir satu bulan sebelum AS menyatakan sepenuhnya bisa menduduki Iwo Jima.
Terbukti di malam pertama pertempuran, 550 prajurit marinir AS tewas dan lebih dari 1.800 orang terluka.
Pertempuran terberat adalah di lokasi yang disebut tentara AS sebagai "Bukit Penggiling Daging" di sisi utara pulau dan Gunung Suribachi di sisi selatan.
Pertempuran memperebutkan Gunung Suribachi menghasilkan sebuah foto ikonik karya fotografer Associated Press, Joe Roshental yang hingga kini dianggap sebagai foto paling dikenang dalam Perang Pasifik.
Pertempuran di Gunung Suribachi menghabiskan waktu selama empat hari sebelum marinir AS bisa mengibarkan bendera "stars and stripes" di puncak gunung berapi itu.
Saat pertempuran Iwo Jima berakhir pada 26 Maret 1945, setidaknya sekitar 18.000 tentara Jepang tewas akibat baku tembak atau bunuh diri. Hanya 230 tentara Jepang yang bisa ditangkap hidup-hidup.
Beberapa personel militer Jepang bersembunyi di berbagai gua yang banyak terdapat di pulau itu, misalnya Yamakage Kufuku dan Matsudo Linsoki bersembunyi selama empat tahun dan baru menyerah pada 6 Januari 1949.
Meski meraih kemenangan, pertempuran selama 36 hari itu mengakibatkan kerugian besar bagi militer AS. Dari 26.000 korban, sebanyak 6.800 orang personel militer tewas.
Selain itu, Amerika Serikat juga kehilangan kapal induk USS Bismarck Sea yang menjadi kapal induk terakhir AS yang tenggelam dalam masa Perang Pasifik.



Sumber : http://internasional.kompas.com/read/2018/02/19/12573361/hari-ini-dalam-sejarah-marinir-as-mendarat-di-pulau-iwo-jima?utm_source=LINE&utm_medium=today&utm_campaign=messaging

January 17, 2018

Ogah Olahraga, Donald Trump Gemuk dan Kadar Kolesterolnya Tinggi


KARTUREMI - Dokter yang menangani kesehatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan, kesehatan presiden dinilai "sangat baik". Namun, seperti kebanyakan orang Amerika lainnya, Trump kelebihan berat badan dan tidak berolahraga dengan cukup.

Berat badan Trump sebesar 239 kg. Artinya, berat badannya naik 1,3 kg selama setahun. Terakhir, menurut catatan kesehatan dari Dr Ronny Jackson, tinggi badan Trump mencapai 190 cm.

Indeks massa tubuh (BMI), menurut kalkulator BMI daring National Institutes of Health,  menempatkan Donald Trump dalam kisaran kelebihan berat badan, dilansir dari CNN, Rabu (17/1/2018).

Menurut National Health and Nutrition Examination Survey, lebih dari satu di antara tiga orang dewasa dianggap kelebihan berat badan (obesitas). Beberapa ahli mengungkapkan, perhitungan BMI terlalu terbatas ukurannya. Apalagi perhitungan ini tidak memisahkan antara lemak dan otot.

Cara yang lebih baik untuk mengukur kelebihan berat badan adalah sinar-X. Bahkan, beberapa rumah sakit menggunakan analisis impedansi bioelectrical. Analisis ini berupa mengalirkan arus listrik melalui jaringan tubuh untuk menentukan komposisi lemak.

Alternatif lain, mengukur lingkar pinggang dianggap pengukuran yang lebih baik daripada BMI.

Rencana diet dan olahraga


Jackson melanjutkan, ia akan bekerja sama dengan Trump untuk merencanakan olahraga dan pola makan yang baik. Ini akan membantu sang presiden mengontrol berat badan.

Trump rupanya juga ingin berat badannya sedikit turun, ungkap Jackson. Kelebihan berat badan bisa meningkatkan risiko Trump terkena diabetes, penyakit jantung, dan kolesterol tinggi.

Selain itu, kadar kolesterol Trump juga tinggi. Namun, fungsi jantung Trump bekerja dengan baik.

"Saya pikir, masuk akal, di tahun-tahun depan nanti, berat badan presiden akan turun 4-6 kg," kata Jackson.

"Kami ngobrol soal diet dan olahraga banyak Dia lebih antusias soal diet daripada olahraga. Ya, tapi dua-duanya akan dilakukan," ucapnya.