BBM: 2B42DF7E
Whatsapp: +855-855-92-428
WeChat: KARTU_REMI
Showing posts with label Israel. Show all posts

October 5, 2018

Tegar Saat Ibunya Meninggal dan Sempat Viral Karena Ikut Jokowi, Begini Kisah Israel yang Menginspirasi

KARTUREMI - Gempa disusul tsunami yang melanda Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018) lalu hingga kini masih terus menyelimuti duka mendalam.
Pemerintah, bekerja sama dengan petugas, relawan juga kementerian yang bersangkutan terus berupaya memperbaiki semua yang harus diperbaiki, terutama di Palu, Donggala, Sigi dan sekitarnya.
Pasalnya, gempa dan tsunami yang juga terjadinya proses likuifaksi merusak banyak rumah, pusat ekonomi, pemerintahan bahkan menghilangkan beberapa perkampungan pasti membuat masyarakat cukup trauma.
Belum lagi kehilangan anggota keluarga, baik meninggal maupun belum ditemukan masih menjadi duka mendalam bagi masyarakat sekitar.
Meski dirundung duka, banyak kisah inspiratif yang hadir dan berkembang di sana.
Berbagai kisah perjuangan masyarakat memiliki sentimentil tersendiri bagi masyarakat luas Indonesia yang saat ini hanya bisa baru menyaksikan berita per berita melalui media berita online maupun televisi.
Salah satu kisah inspiratif yang viral belakangan ini adalah kisah yang datang dari bocah tegar dan tangguh bersama Israel.
Siapa yang tak tahu dia? Bocah laki-laki yang diajak berbincang dan diberi makanan kecil oleh Presiden Joko Widodo saat ia mengunjungi Palu (3/10/2018) silam.
Tanpa canggung, ia tampak sangat dekat dan akrab dengan orang nomor satu di Indonesia, yang mungkin selama ini hanya ia lihat melalui layar kaca atau dinding sekolahannya yang kini hancur.
Ada yang menarik dari kisah Israel. Saat ia menghampiri mobil Jokowi, ia sempat menyentil pertanyaan yang membuat warganet maupun masyarakat luas menahan napas sekejap, bahkan menitikkan air mata tanpa sadar.

Saat Presiden mengunjungi korban gempa, ada seorang anak kecil yang ingin ikut dengan Jokowi. Ini dialognya bersama Presiden Jokowi
"Pak, ikut boleh tidak?" tanya bocah tersebut dengan polos pada Jokowi.
Mendengar ucapan tersebut, Jokowi terlihat tenang menjawab dengan bijak.
"Ngga, nunggu, nunggu di rumah aja. Besok sekolah, belajar, ya?" jawab Jokowi.
Mendengar bahwa Jokowi memintanya belajar, anak tersebut justru mengatakan hal yang tak terduga.
"Ndak bisa, kita sekolah rusak," jawab bocah laki-laki tersebut.
"Iya, nanti sekolahnya diperbaiki dulu, ya?" ujar Jokowi menenangkan Israel yang saat itu mengenakan kaos garis-garis biru dan putih.
Setelah viral video yang ditayangkan Kompas TV, salah satu wartawan juga berhasil mewawancarai Israel yang ternyata tangguh dan juga tegar.
"Tadi gimana ngobrol sama Presiden Jokowi?" tanya seorang laki-laki seperti yang diunggah di akun Instagram Wahyu Wiwoho.
"Tadi mamaku sudah mati. Jadi saya tidak boleh nangis. Saya harus berani, mamaku sudah di atas sekali," ujar bocah tersebut tanpa semburat kesedihan sedikit pun di wajahnya, meski saat ini banyak orang yakin, ia belum benar-benar merasakan kehilangan di usianya yang masih sangat muda.
"Naik pesawat nggak bisa lagi liat mama. Mama sudah di atas gunung sekali," tambah bocah yang dagu bagian kanannya terdapat luka, yang diperkirakan akibat terkena reruntuhan bangunan.
"Presiden baik sekali," ujarnya menggunakan bahasa Sulawesi.
Sembari mengusap kepala Israel, wartawan terus mengarahkan kameranya ke arah wajah Israel yang tampan.
"Mana mama?" tanya seorang perempuan.
"Mama sudah di surga, tapi saya tidak boleh nangis. Saya harus berani, saya harus belajar, membaca. Mamaku senang sekali, mama suka sekali. Kalau saya nangis, mamaku nangis juga," tutupnya sembari menundukkan kepalanya lalu meneguk air minum.
Kisah inspiratif Israel menjadi kesan tersendiri. Bahkan banyak di media masa memuji ketegaran juga keberanian bocah laki-laki ini.
Kisah Lengkap Israel, Bocah Pemberani
Namanya Israel Imanuel Limbara, bocah kelas 2 SD yang kehilangan ibunya akibat gempa hebat 7,4 SR.
Israel hanyalah satu dari ribuan anak-anak yang kehilangan anggota keluarganya.
Saat maut mengguncang, Israel tengah bermain mobil-mobilan di anjungan Pantai Talise, Kota Palu.
Tak sendiri, Israel berada di lokasi yang sama, bersama saudara kembarnya, Kim Imanuella Limbara.
Saat Israel tengah bermain mobil, Kim tengah bermain pancingan ikan di lokasi yang sama.
Israel dan Kim ditemani oleh ayahnya di anjungan pantai.
Ayah Israel kini tengah menjalani pengobatan intensif, ia menyelamatkan anak kembarnya sata gempa dan tsunami menerpa kota itu.
Claudya Nichol Singal, siswa kelas 9 yang merupakan kerabat Israel mengatakan bahwa ayah Israel, Erik Hananiel Limbara berusaha menyelamatkan anak-anaknya dengan memegang erat kedua tangan anaknya, saat melihat gulungan ombak hitam yang disertai gemuruh, yang ia rasa membahayakan.
Mereka bertiga tergulung bersama orang-orang juga benda yang berada di sekitarnya.
Mereka bertiga berhasil selamat dan ditemukan terdampar di rumah warga yang tak jauh dari pantai.
Seperti yang kita tahu, Israel mengalami luka di wajahnya, juga di sekujur tubuhnya akibat terkena benda-benda yang terbawa arus saat itu.
Sedangkan saudara kembarnya, Kim, mengalami luka yang lebih parah. Ia tertusuk benda di kaki bagian bawahnya sehingga kakinya berlubang.
Saat gempa dan tsunami terjadi, Israel, Kim dan ayahnya berada di tempat yang terpisah dengan ibunya.
Feiby Sandra Waigu, ibu Israel dan Kim dinyatakan meninggal dunia saat terpisah dengan keluarganya.
Feiby meninggal dunia akibat seretan tsunami sore itu, saat ia tengah berada di Total X, hotel yang dikelolanya.
Saat terasa gempa hebat, Feiby berniatan mencari anak-anak dan suaminya yang ia tahu sedang berada di Pantai Talise.
Salah seorang karyawan sudah berusaha memberi tahu Feiby agar menjauh dari pantai, namun ia tak menghiraukan demi bertemu suami dan anak-anaknya.
Sayang, sebelum bertemu anak-anak dan suaminya, maut justru lebih dulu menemui Feiby.
Ia tergulung pekatnya air laut ke daratan. Feiby meninggal dunia bersama orang-orang yang berada di sana.
Jenazah Feiby ditemukan oleh Erik, suaminya, di bawah sebuah kendaraan dalam kondisi mengenaskan, bersama puing-puing reruntuhan.
Feiby meninggalkan dua anak kembar yang lucu, tampan dan cantik serta menggemaskan.
Debby Sumenda, salah seorang yang juga dekat dengan keluarga Erik mengatakan bahwa Israel dan Kim merupakan kembar yang cerdas dan aktif, "mereka juga periang".
Dalam kesehariannya, Israel dan Kim kerap menggunakan dua bahasa, Indonesia dan Inggris.
Keduanya rajin ke sekolah minggu. Keduanya memiliki kakek seorang Pendeta bernama Dr Hans Limbara, seorang pemimpin Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Pedati Palu.
Setelah berhasil dari maut, Israel dan keluarganya mengungsi di Perumahan Permata, rumah nenek Merry Glow.
Di tempat itu, Israel dan Kim ditemani oleh Claudya.
Claudya juga merawat serta mengipasi kedua kerabatnya agar luka yang mereka derita tak dihinggapi lalat.
Israel beruntung, setelah bertemu Presiden Jokowi, dia dan keluarganya langsung dibawa ke Makassar bersama neneknya, Lanny Sarongku.
Dari Makassar, mereka terbang ke Bali untuk menjalani perawatan. Salah satu dari pamannya di sana adalah dokter.
Israel tidak boleh menangis, pesan itu akan selalu diingatnya.
Jika menangis, sang ibu juga akan bersedih.

Israel hanyalah satu potret pilu anak-anak yang kehilangan orangtuanya akibat bencana yang melanda Palu, Donggala, Sigi, dan wilayah lainnya di Sulawesi Tengah.


Sumber : https://today.line.me/id/pc

June 27, 2018

Israel Cabut Larangan WNI Masuk ke Negaranya

Tembok barat Yerusalem, Israel (Foto: Pixabay)
KARTUREMI - Pemerintah Israel secara resmi mencabut larangan kepada warga negara Indonesia (WNI) untuk memasuki wilayah kependudukannya. Kementerian Luar Negeri Israel menyebut pencabutan larangan itu juga berlaku untuk warganya yang ingin berkunjung ke Indonesia.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Emmanuel Nahshon, menyebutkan pencabutan larangan itu dilakukan setelah ada kontak secara diam-diam yang dilakukan kedua negara. 
"Pelarangan visa untuk turis Indonesia ke Israel telah dicabut, juga untuk pelarangan yang dilakukan Indonesia untuk turis Israel. Kabar baik," kata Nahshon lewat akun Twitter resminya yang dikutip The Times of Israel pada Rabu (27/6).
Larangan untuk warga negara Indonesia memasuki wilayah kependudukan Israel mulai diberlakukan pada 26 Juni 2018. Tindakan itu diambil Israel karena merasa warganya yang coba masuk ke Indonesia dihambat. Aturan itu awalnya akan diberlakukan pada 9 Juni, namun ditunda hingga 26 Juni.
Indonesia memang tidak mempunyai hubungan bilateral dengan Israel. Namun, setiap tahun terdapat ribuan peziarah asal Indonesia masuk ke Yerusalem melalui visa khusus dari Israel. Larangan dari pemerintah Israel tersebut kini membuat sejumlah WNI yang hendak berkunjung ke Yerusalem terpaksa batal. 
Sejak kebijakan itu diterapkan, Pemerintah Israel mendapat protes dari sejumlah pengusaha yang bergerak dalam sektor pariwisata. Ketua Asosiasi Jasa Tur di Israel, Yossi Fatael, sampai mengirimkan surat protes. Pelarangan itu dianggap akan memberi dampak finansial bagi usaha pariwisata di negara tersebut.

February 25, 2018

Mei Ini, Amerika Serikat Memindahkan Kedutaannya di Jerusalem


REMINEWS - Meski menghadapi tekanan besar dan banyak pihak yang mengecam, Trump akan tetap melakukannya.

Dilansir dari BBC dan New York Times, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jerusalem bakal dibuka pada Mei 2018. Pembukaan itu rencananya bertepatan dengan ulang tahun ke-70 tahun Israel pada 14 Mei mendatang.

Sebelum kedutaan besar AS di Jerusalem jadi, administrasi Trump berencana untuk membuka kantor sementara. Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan keduataan awalnya akan berada di fasilitas konsuler di distrik Arnona di Jerusalem.


1. Langkah ini disambut baik oleh pejabat Israel. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menganggap pengumuman pemindahan kedubes AS oleh Donald Trump menjadi hari yang membahagiakan bagi warga Israel


Luar Negeri AS mengatakan keduataan awalnya akan berada di fasilitas konsuler di distrik Arnona di Jerusalem.

Seorang penjabat senior Palestina, Saeb Erekat menyebut langkah pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Jerusalem merupakan provokasi besar-besaran.

Tidak lama setelah pidato Trump pada Jumat (24/02/2018), Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memuji pengumuman itu dan menjadikannya sebagai hari yang baik untuk warga Israel. 

Lewat akun Twitter-nya, sejumlah penjabat Israel juga menyambut baik rencana Donald Trump ini. Mereka mengucapkan terima kasih pada Donald Trump dan menilai pemindahan Kedutaan Besar AS ke Jerusalem di hari kemerdekaan Israel adalah sebuah kado yang sangat indah.


2. Pengumuman ini membuat kaget banyak pihak. Karena sebelumnya pemindahan kedubes ke Jerusalem diprediksi baru akan berjalan pada 2019


Pengumuman ini mengejutkan banyak pihak. Karena Januari lalu, Wakil Presiden AS, Mike Pence mengatakan pada Parlemen Israel jika pemindahan kedutaan besar akan terjadi sebelum akhir 2019.

Percepatan pembangunan dan pemindahan Kedutaan Besar AS ke Jerusalem dinilai sebagai penghinaan yang disengaja untuk orang Palestina. 

Pada Desember lalu, Presiden Donald Trump mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan berencana memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke Jerusalem. Hal ini mengundang reaksi negatif dari banyak pihak khususnya warga Palestina.

Pengakuan Trump tersebut mengakhiri netralitas AS mengenai masalah yang dihadapi Israel dan Palestina.
Beberapa hari setelah deklarasi yang dilakukan Trump, resolusi PBB disahkan dan menyatakan keputusan mengenai kota Jerusalem batal demi hukum.

Resolusi ini didukung oleh 128 negara bagian dengan tiga suara abstain dan 9 negara menentang.


3. Pemindahan kantor kedutaan besar dari Tel Aviv ke Jerusalem diprediksi menelan biaya 500 US dollar


Sementara memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Jerusalem tentu membutuhkan biaya yang besar. Pendukung Israel di kalangan Yahudi Amerika, Sheldon G Adelson menawarkan mendanai pembangunan Kedutaan Besar Amerika Serikat yang baru di Jerusalem.

Departemen Luar Negeri AS saat ini sedang meninjau apakah undang-undang yang ada mengizinkan pemerintah menerima donasi dari pihak luar untuk pembangunan kantor kedutaan. Untuk diketahui total untuk membangun keduataan baru di Jerusalem diperkirakan mencapai 500 juta US dollar.